Awal 2009 menjadi permulaan saya mengenal sosok Salim Said, bukan secara pribadi alias saling tatap, tapi karena kumpulan buku di perpustakaan. Menjelang semester akhir saya memang sedang gandrung mengkaji sejarah militer Indonesia di era pemerintahan Orde Baru. Sesampainya saya di perpustakaan Freedom Institute, saya langsung menuju rak buku militer. Di setiap buku militer yang saya cari selalu tertulis nama: “Salim Said” sebagai penulis. Setelah saya cari tahu sana-sini, akhirnya saya mengetahui Salim Said adalah seorang ilmuwan politik Indonesia yang sudah expert dalam mengkaji dunia militer tanah air.
Setelah membaca karyanya yang berjudul: “Tumbuh Dan Tumbangnya Dwifungsi”, saya semakin yakin bahwa sosok Salim Said memang pantas diperhitungkan dalam ranah intelektual nasional. Tulisan beserta riset beliau terkait kemiliteran Indonesia sudah umum menjadi referensi utama para akademisi (dalam maupun luar). Dirinya juga menjadi penasihat penting para perwira tinggi di Indonesia. Dalam suatu wawancara, Salim pernah bercerita, banyak kepala staf dan panglima yang dahulu merupakan muridnya saat di LEMHANAS dan SESKO.
Berpulang
Sabtu, 18-Mei-2024, pukul 19.33 WIB, Salim Said akhirnya meninggalkan kita semua. Setelah sempat dirawat di RSCM, ia berpulang dengan damai dan segera dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.
Saya meyakini bahwa berpulangnya Salim akan membuat rindu semua kalangan yang mengenal dirinya. Sudah menjadi rahasia umum, beberapa orang mengenal Salim sebagai sosok polymath yang serba paham ini itu. Selain dikenal sebagai orang yang expert dalam memahami dunia militer, Salim pun akan kuat berdiskusi atau mengobrol dengan semua khalayak saat membahas politik, sejarah, bahkan film. Saya masih ingat, setiap Salim menjadi tamu undangan di beberapa podcast, pembawa acara selalu berkeinginan agar obrolannya selalu berjalan panjang saking Salim memahami segala macam seluk beluk obrolan, dari serius sampai yang tidak serius.
Hari ini sulit rasanya kita menemukan sosok Salim yang lain, entah itu dari kalangan akademisi dan non-akademisi, ilmu beserta pengalaman langsungnya dalam setiap peristiwa besar membuat ia dapat menuangkan segala macam pandangannya lewat kalkulasi yang mendalam. Momen yang tidak bisa dilupakan dari Salim Said adalah saat dirinya menyatakan dalam forum ILC TV One: “Di Indonesia Tuhan pun tak ditakuti! Jadi kalau anda mau tanya kenapa negara kita gak maju? Tuhan pun tak ditakuti!”, pernyataan yang sederhana namun menohok kita semua.
Selamat jalan Prof! Surga Alloh bersamamu.
